Teknologi “Pemindai Sidik Jari” pada Smartphone, Apakah Aman? Ini Faktanya

Pemindai sidik jari atau fingerprint scanner sudah bukan menjadi fitur asing lagi bagi para pengguna smartphone. Hampir sebagian besar smartphone keluaran terbaru 2019 sudah menyematkan fitur fingerprint scanner ini. Sebagai pengguna tentunya anda sudah mengetahui fungsi dari pemindai sidik jari ini, yaitu sebagai salah satu bentuk kecanggihan teknologi untuk memberi keamanan tinggi pada smartphone.

Tapi apakah anda yakin fitur ini benar-benar aman? Penggunaan fitur teknologi pemindai sidik jari dianggap sebagai sistem keamanan tanpa cela. Teknologi ini berangkat dari premis bahwa sidik jari setiap orang adalah unik dan tidak mungkin dipaksakan oleh orang lain.

Namun ternyata setelah dilakukan oleh sebuah penelitian menunjukkan hasil yang sebaliknya. Sensor pemindai sidik jari yang disematkan pada ponsel ternyata memiliki lubang, di mana hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab. Untuk lebih jelasnya dalam pembahasan kali ini kami akan mencoba memberikan ulasan tentang sensor pemindai sidik jari yang disematkan pada smartphone. Yuk, simak!

Teknologi Pemindai Sidik Jari pada Smartphone, Apakah Aman Ini Faktanya

Finger Print Mudah Dipalsukan?

Ternyata pada tahun 2017 yang lalu pernah dilakukan penelitian yang menemukan bahwa, smartphone yang mengundangkan pemindah sidik jari atau fingerprint scanner masih memiliki celah keamanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem keamanan smartphone pemindai sidik jari masih bisa diretas oleh sidik jari palsu, yang tersusun secara digital serta dibuat dengan teknologi yang sederhana.

Dalam penelitian tersebut mereka menggunakan sidik jari palsu atau tiruan dengan bantuan perangkat lunak yang beredar secara komersial. Melalui perangkat tersebut kemudian menghasilkan cetakan yang hampir mirip dengan aslinya. Para peneliti tersebut dalam simulasi komputer mampu mengembangkan satu set “MasterPrints” buatan yang bisa menyamai cetakan aslinya di mana serupa dengan yang digunakan oleh hampir 65% smartphone.

Pada penelitian tersebut tidak membuktikannya melalui perangkat pintar sungguhan, sehingga melalui riset tersebut mengatakan bahwa tingkat kecocokan sidik jari pada kejadian nyata tentu lebih rendah. Namun Meskipun begitu dalam riset yang dilakukan oleh para peneliti dapat membuktikan bahwa, sistem keamanan pada fingerprint di kadang-kadang masih memiliki celah, dengan kata lain tidak benar-benar 100% aman.

Data Sidik Jari Bisa Disalahgunakan

Perlu Anda ketahui bahwa data sidik jari tergolong ke dalam data pribadi dan privasi. Namun saat ini data sidik jari sudah semakin sering digunakan sebagai kunci keamanan, sehingga sudah selayaknya kita menjaga kerahasiaannya sebaik mungkin. Kita harus tetap waspada meskipun smartphone sudah dilengkapi dengan fitur pemindai sidik jari pasti menyimpan data sidik jari pengguna di tempat yang aman.

Ada berbagai kemungkinan yang bisa membuat data sidik jari pada smartphone yang menggunakan fitur ini disalahgunakan. Bagaimana mungkin? Hal tersebut sangat mungkin dilakukan oleh vendor yang mencoba untuk menggunakan informasi pribadi pengguna smartphone. Itulah mengapa kita tidak boleh sepenuhnya menyerahkan data pribadi kita untuk mengakses teknologi saat ini.

Bisa juga bahaya tersebut datang dari aplikasi pihak ketiga yang ternyata dengan sengaja disusupi malware dan berfungsi mengolah data sidik jari Anda secara diam-diam. Jika Anda menggunakan dompet elektronik yang terintegrasi dengan pemindai sidik jari, maka itu bisa menjadi sasaran empuk bagi para peretas yang mencoba untuk mencuri data diri Anda.

Namun bagaimanapun juga penggunaan teknologi pemindai keamanan sidik jari atau fingerprint, saat ini masih menjadi di fitur yang dibanggakan oleh para pengguna smartphone karena lebih mudah dan praktis. Karena dengan adanya pemindai sidik jari tentu hal ini sudah meningkatkan keamanan dari smartphone Anda.